Gambar: Oknum preman dan mobil berada di parkiran morena, Tretes Prigen, Pasuruan.

Geger Dugaan Pemerasan Mobil Rental Rp50 Juta, Warga Singgung Kelompok di Balik Parkiran Morena

Porosjatim.com, PASURUAN – Dugaan pemerasan disertai ancaman pembakaran mobil rental Era Trans Surabaya mencuat ke publik. Toyota Innova Reborn yang digadaikan penyewa senilai Rp25 juta justru diduga diminta tebusan Rp50 juta ketika hendak diambil pemiliknya.

Kasus tersebut ramai diperbincangkan setelah video unggahan akun TikTok @mejeliskopi08 beredar di sejumlah grup WhatsApp.

Dalam video itu, seseorang yang diduga pemilik mobil terlihat mempertanyakan kelengkapan dokumen kendaraan kepada seorang pria bertopi.

“Gak ada STNK, gak ada BPKB berarti,” tanyanya.

Pria bertopi tersebut langsung merespons dengan nada keras.

“Terus kalau gak ada BPKB kenapa dikasihkan,” jawabnya.

Informasi yang beredar menyebutkan, pemilik rental diduga menghadapi intimidasi sekitar 50 orang ketika berupaya mengambil kendaraannya.

Bahkan, muncul tuduhan adanya permintaan uang Rp50 juta serta ancaman pembakaran mobil menggunakan bensin.

Salah satu warga di kawasan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, mengaku mengenali pria bertopi dalam video tersebut.

Saat dikonfirmasi Porosjatim.com, warga yang meminta identitasnya tidak di mediakan itu mengaitkan pria tersebut dengan lingkungan Parkiran Morena.

“Orang yang di video itu, yang pakai topi dengan nada keras, itu dulu satu rumah sama yang punya parkiran morena. Bukan hanya saya yang tau, semua warga disini tau semua. Kalau orang-orang ini komplotan mobil bodong,” cetusnya.

Ia mengatakan, dugaan persoalan kendaraan rental seperti ini bukan kali pertama terjadi. “Ya jelas. Orang-orang ini harus dilaporkan. Dari dulu komplotan ini sudah biasa meminta ganti rugi kepada pemilik rental. Kasusnya dulu sama. Pokoknya itu komplotan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, warga tersebut menuding adanya kelompok yang mengatasnamakan ormas dalam persoalan kendaraan.

“Itu oknum ormas preman pak. Bukan ormas benaran. Anggotanya semua preman dan pemain mobil,” jelasnya.

Sementara itu, Rusmanto, S.H., menilai dugaan penggadaian mobil rental tanpa persetujuan pemilik merupakan persoalan serius yang harus ditangani aparat kepolisian.

Ia menjelaskan, apabila benar kendaraan digadaikan tanpa hak, disertai permintaan uang dan ancaman kekerasan, peristiwa tersebut perlu diselidiki untuk menentukan unsur pidananya.

Menurutnya, pemilik rental harus segera membuat laporan resmi agar dugaan intimidasi dan pemerasan dapat diusut berdasarkan bukti.

“Kasus viral itu harus di laporkan agar ada efek jera. Siapapun yang terlibat, laporkan! Dan nantinya akan ketahuan siapa yang bermain,” tegas Rusmanto, Kamis (29/10/26).

Sementara itu, pihak kepolisian diharapkan dapat memastikan kebenaran informasi yang beredar, termasuk dugaan ancaman pembakaran serta keterlibatan pihak-pihak yang diklaim warga.

Hingga berita ini diterbitkan, Porosjatim.com belum memperoleh keterangan resmi dari kepolisian, pria dalam video, maupun pengelola Parkiran Morena. (Red)

Exit mobile version